Minggu, 13 Februari 2011

Identifikasi Anion

Identifikasi Anion

Tujuan percobaan
Mengetahui cara identifikasi terhadap anion.

Dasar Teori
Anion-anion dapat dipisahkan kedalam golongan utama, tergantung pada kelarutan garam perak, garam kalsium atau garam barium, dan garam zink. Proses yang dilakukan dibagi menjadi:
 A.     Kelas A yaitu proses yang melibatkan identifikasi zat mudah menguap yang diperoleh pada pengolahan dengan asam-asam:
1.      Gas dilepaskan kedalam HCl encer atau H2SO4 encer; karbonat, hidrogen karbonat (bikarbonat), sulfit, tiosulfat, sulfida, nitrit, hipoklorit, sianida dan sianat.
2.      Gas atau uap asam dilepaskan dengan H2SO4 pekat. Meliputi zat-zat dari (I) ditambah zat yang berikut : flourida, heksaflourosulfat, klorida, bromida, iodida, nitrat, klorat (bahaya), perklorat, permanganat (bahaya), bromat, borat, heksasianofenat (III), tiosianat, format, asetat, oksalat, tartrat dan sitrat.
 B.      Kelas B yaitu proses yang bergantung pada reaksi-reaksi dalam larutan.
1.      Reaksi pengendapan yaitu sulfat, peroksodisulfat, fosfat, fosfit, hipofosfit, arsenat, arsenit, kromat, dikromat, silika, heksaflourosilikat, salisilat, benzoate dan suksinat.
2.      Reaksi oksidasi dan reduksi dalam larutan yaitu manganat, permanganate, kromat, dan dikromat.

Alat dan Bahan.
Alat yang digunakan:


o       Tabung reaksi
o       Rak tabung reaksi
o       Pipet tetes
o       Piala gelas


Bahan yang digunakan:


o       Ion-ion (SO42-, CrO42-, Cl-, CO32-, CH3COO-, CNS- ,PO43-)
o       AgNO3
o       BaCl2
o       Ba(NO3)2
o       CuSO4
o       FeCl3
o       H2SO4
o       MgSO4
o       Pb(NO3)2
o       Pb(CH3COO)2



Cara kerja
1.      Disiapkan tabung reaksi yang diisi dengan anion-anion yang telah disiapkan (SO42-, CrO42-, Cl-, CO32-, CH3COO-, CNS- ,PO43-).
2.      Ditambahkan pereaksi yang berbeda yang telah disediakan pada masing-masing anion yang akan dianalisa.
3.      Diamati dan dicatat perubahan yang tejadi pada masing-masing anion.

Data Pengamatan
Larutan Uji
Pereaksi
Reaksi
Pengamatan
Pereaksi berlebih
SO42-
AgNO3
SO42- + 2AgNO3 → Ag2SO4 putih + 2 NO3
Larutan keruh
Larutan keruh
Pb(CH3COO)2
SO42- + Pb(CH3COO)2 → PbSO4putih + 2CH3 COO-
Endapan putih
Endapan putih
CuSO4
SO42- + CuSO4 → CuSO4
Larutan biru muda
Larutan biru muda
H2SO4
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
FeCl3
3SO42- +2FeCl3 → Fe2(SO4)3 + 6Cl-
Larutan kuning
Larutan kuning
Ba(NO3)2
SO42- + Ba(NO3 )2 → BaSO4putih + 2NO3
Endapan putih
Endapan putih
MgSO4
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
PbNO3
SO42- + PbNO3 → PbSO4putih + NO32-
Endapan putih
Endapan putih
BaCl2
SO42- + BaCl2 → BaSO4putih + 2Cl-
Endapan putih
Endapan putih
CrO42-
AgNO3
CrO42- + AgNO3 → Ag2CrO4 merah kecoklatan + NO3
Endapan merah bata
Endapan merah bata
Pb(CH3COO)2
CrO42- + Pb(CH3COO)2 → PbCrO4kuning + 2CH3 COO-
Endapan kuning
Endapan kuning
CuSO4
CrO42- + CuSO4 → CuCrO↓kuning + SO42-
Endapan kuning
Endapan kuning
H2SO4
CrO42- + 3SO4 + 4H+ → 2Cr3+ + 3SO42- + 2H2O
Larutan orange
Larutan orange
FeCl3
3CrO42- + 2FeCl3 → Fe2(CrO4)3 + 6Cl-
Larutan orange
Larutan orange
Ba(NO3)2
CrO42- + Ba(NO3 )2 → BaCrO4 kuning muda + 2NO3
Endapan kuning
Endapan kuning susu
MgSO4
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
PbNO3
CrO42- + PbNO3 → PbCrO4kuning + NO32-
Endapan kuning
Endapan kuning
BaCl2
CrO42- + BaCl2 → BaCrO4kuning + 2Cl-
Endapan kuning
Endapan kuning susu
CO32-
AgNO3
CO32- + AgNO3 → Ag2CO3 putih+ NO3
Larutan keruh putih
Endapan putih
Pb(CH3COO)2
CO32- + Pb(CH3COO)2 → PbCO3putih + 2CH3 COO-
Endapan putih
Endapan putih
CuSO4
CO32- + CuSO4 → CuCO3biru muda+ SO42-
Endapan biru muda
Endapan biru muda
H2SO4
CO32- + H+ → CO3↑ + H2
Timbul gas
Timbul gas
FeCl3
3CO32- + 2FeCl3 → Fe2(CO3)3 + 6Cl-
Endapan orange, timbul gas
Larutan kuning
Ba(NO3)2
CO32- + Ba(NO3)2 → BaCO3putih+ 2NO3
Endapan putih
Endapan putih
MgSO4
CO32- + MgSO4 → MgCO3 + SO42-
Larutan keruh putih
Larutan keruh putih
PbNO3
CO32- + PbNO3 → PbCO2putih+ NO32-
Endapan putih
Endapan putih
BaCl2
CO32- + BaCl2 → BaCO3putih+ 2Cl-
Endapan putih
Endapan putih
CH3COO-
AgNO3
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
Pb(CH3COO)2
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
CuSO4
CH3COO- + CuSO4
Larutan biru
Larutan biru
H2SO4
CH3COO- + H2SO4 → CH3 COOH ↑+ SO4
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
FeCl3
6CH3COO- + 3FeCl3 + 2H2O→ [Fe3(OH)­2(CH3COO)6]+ + 2HCL
Larutan kuning jernih
Larutan kuning jernih
[Fe3(OH)­2(CH3COO)6]+ + 4H2O → 3Fe(OH)2CH3COOmerah + 3CH3COOH +HCL
Ba(NO3)2
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
MgSO4
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
PbNO3
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
BaCl2
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
Cl-
AgNO3
Cl- + AgNO3 → AgCl↓putih + NO3
Endapan putih
Endapan putih
Pb(CH3COO)2
2Cl- + Pb(CH3COO)2 → PbCl2putih + 2CH3COO-
Endapan putih
Endapan putih
CuSO4
Cl- + CuSO4 →CuCl2 + SO42-
Larutan hijau
Larutan biru
H2SO4
Cl- + H2SO4 → HCl↑ + HSO4-
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
FeCl3
Larutan kuning
Larutan kuning
Ba(NO3)2
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
MgSO4
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
PbNO3
2Cl- + PbNO3 → PbCl2putih + NO3
Endapan putih
Endapan putih
BaCl2
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
CNS-
AgNO3
SCN- + AgNO3 → AgSCN putih + NO3
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
Pb(CH3COO)2
SCN- + Pb(CH3 COO)2 → Pb(SCN)2 putih + 2CH3COO-
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
CuSO4
SCN- + CuSO4 → Cu(SCN)2putih + SO42-
Larutan coklat
Endapan hitam
H2SO4
SCN- + H2SO4 + H2O→ COS↑ + NH4+ + SO42-
Larutan pink
Larutan merah kecoklatan
FeCl3
SCN- + FeCl3 ↔ Fe(SCN)3
Larutan merah kecoklatan
Larutan merah kecoklatan
Ba(NO3)2
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
MgSO4
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
PbNO3
Tidak bereaksi
Endapan putih
BaCl2
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
PO43-
AgNO3
PO43- + AgNO3 → Ag3PO4kuning + NO3
Larutan keruh
Endapan kuning
Pb(CH3COO)2
PO43- + Pb(CH3 COO)2 → Pb3(PO4)2 + CH3 COO-
Endapan putih
Endapan putih
CuSO4
PO43- + CuSO4 → Cu3(PO4)2biru + SO42-
Endapan biru muda
Endapan biru muda
H2SO4
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
FeCl3
PO43- + FeCl3 → FePO4kuning + 3Cl-
Larutan keruh
Larutan kuning
Ba(NO3)2
HPO43- + Ba(NO3)2  → BaHPO4putih + 2NO3
Endapan putih di atas
Endapan putih di atas
MgSO4
PO43- + MgSO4 + NH3→ MgNH4PO4putih
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
PbNO3
PO43- + PbNO3 → Pb3(PO4)2+ NO3
Endapan putih
Endapan putih
BaCl2
PO43- + BaCl2 → BaHPO4putih + Cl-
Endapan putih
Endapan putih

PEMBAHASAN
1.        Pada anion SO42-, terjadi penyimpangan pada saat penambahan AgNO3 larutan keruh, sedangkan  hasil sebenarnya adalah endapan kristalin putih perak sulfat.SO42- + 2AgNO3 → Ag2SO4 putih + 2 NO3
2.        Pada anion CH3COO-, terjadi beberapa penyimpangan, yaitu :
a.    Penambahan AgNO3 didapatkan hasil tidak bereaksi, sedangkan menururt literatur endapan perak asetat yang putih, kristalin, dihasilkan dalam larutan pekat dalam keadaan dingin.
CH3COO- + AgNO3 → CH3COOAg↓ putih+ NO3
b.    Penambahan H2SO4 didapatkan hasil tidak bereaksi, sedangkan menurut literatur asam asetat yang dilepaskan dalam pemanasan menimbulkan bau yang mudah dikenali seperti bau cuka.
CH3COO- + H2SO4 → CH3 COOH ↑+ SO4
c.    Penambahan FeCl3 didapatkan hasil larutan kuning, sedangkan menurut literatur warna merah tua yang disebabkan oleh pembentukan ion kompleks [Fe3(OH)­2(CH3COO)6]+. Dengan mendidihkan larutan, maka akan terbentuk endapan besi (III) basa yang merah kecoklatan.
6CH3COO- + 3FeCl3 + 2H2O→ [Fe3(OH)­2(CH3COO)6]+ + 2HCL
[Fe3(OH)­2(CH3COO)6]+ + 4H2O → 3Fe(OH)2CH3COOmerah + 3CH3COOH +HCL
3.      Anion Cl-, terjadi penyimpangan pada saat penaambahan H2SO4 tidak bereaksi, sedangkan menurut literatur klorida terurai dalam keadaan dingin, penguraian sempurna dalampemanasan, yang disertai dengan pelepasan hidogen klorida
Cl- + H2SO4 → HCl↑ + HSO4-
4.        Anion CNS-, terjadi beberapa penyimpangan, yaitu :
a.      Penambahan AgNO3 tidak bereaksi, sedangkan menurut literatur endapan perak tiosianat, AgSCN seperti  susu, yang larut dalam ammonia tetapi tidak larut dalam asam nitrat encer.
            SCN- + AgNO3 → AgSCN putih + NO3
b.      Penambahan Pb(CH3COO)2 tidak bereaksi, sedangkan menurut literatur endapan putih timbal asetat.
            SCN- + Pb(CH3 COO)2 → Pb(SCN)2 putih + 2CH3COO-
c.      Penambahan CuSO4, larutan coklat dengan reagensia berlebih didapatkan endapan hitam, sedangkan menurut literatur mula- mula pewarnaan hijau yang kemudian menjadi endapan hitam tembaga (II) tiosianat.
            SCN- + CuSO4 → Cu(SCN)2putih + SO42-
d.      Penambahan H2SO4, larutan pink dengan reagensia berlebih didapatkan larutan merah kecoklatan, sedangkan menururt literatur pewarnaan kuning dalam keadaan dingin, dengan dipanaskan akan menimbulkan reaksi yang dahsyat, dan terbebntuk karbonil sulfide (terbakar dengan nyala biru)
            SCN- + H2SO4 + H2O→ COS↑ + NH4+ + SO42-
5.        Anion PO43-, terjadi penyimpangan pada saar penambahan FeCl3 larutan keruh dengan reagensia berlebih larutan kuning, sedangkan menurut literatur endapan putih kekuningan besi (III) pospatyang larut dalam asam- asam mineral encer, tetapi tidak larut dalam asetat encer
PO43- + FeCl3 → FePO4kuning + 3Cl-

Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan praktikum “Uji Identifikasi Anion” dapat diketahui bahwa setiap anion dapat identifikasi dengan beberapa pereaksi sesuai dengan karakteristik kation atau anion. Hasil reaksi tersebut memberikan perubahan yang spesifik berupa perubahan warna larutan maupun endapan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar